Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asset Based Valuation

Ada beberapa varian model penilaian berbasis aset. Yang pertama adalah nilai likuidasi, yang diperoleh dengan menjumlahkan taksiran hasil penjualan aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Yang kedua adalah biaya penggantian, di mana Anda memperkirakan berapa biayanya untuk mengganti semua aset yang dimiliki perusahaan saat ini. Yang ketiga adalah yang paling sederhana: gunakan nilai buku akuntansi sebagai ukuran nilai aset, dengan melakukan penyesuaian nilai buku jika diperlukan.

Sementara analis dapat menggunakan pendekatan valuasi berbasis aset untuk mengestimasi nilai, tetapi hal itu bukanlah alternatif untuk discounted cash flows, atau relative valuation karena nilai penggantian dan likuidasi harus diperoleh dengan menggunakan salah satu pendekatan ini. Pada akhirnya, semua model valuasi mencoba menilai aset; perbedaan muncul dalam cara kita mengidentifikasi aset dan cara kita melampirkan nilai pada setiap aset. 

Dalam penilaian likuidasi, kita hanya melihat aset yang ada dan memperkirakan nilainya berdasarkan harga aset serupa di pasar. Dalam valuasi discounted cash flows, kita mempertimbangkan semua aset dan memasukkan potensi pertumbuhan yang diharapkan untuk sampai pada suatu nilai. Pada kenyataannya, kedua pendekatan tersebut dapat menghasilkan nilai yang sama jika Anda memiliki perusahaan yang tidak memiliki potensi pertumbuhan dan penilaian pasar terhadap value mencerminkan arus kas yang diharapkan.