Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Net Income/Laba Bersih dan Bagian-Bagiannya

Net Income(Laba Bersih) - Bagian akhir dari laporan laba rugi mencantumkan beban dan pendapatan disebut laba bersih, yang secara eksklusif berhubungan dengan pajak dan bunga. Perusahaan harus membayar pajak dan biaya bunga yang muncul di bagian ini, tetapi jumlah yang harus dibayar sering kali terkait dengan jumlah uang yang dihasilkan perusahaan. Akibatnya, perusahaan harus memperhitungkan semua pengeluaran dan pendapatan yang lain sebelum dapat menghitung bagian akhir ini dan menentukan total laba perusahaan. Berikut adalah rincian dari apa saja yang masuk ke dalam pendapatan bersih:

Pendapatan bunga: Perusahaan dapat memperoleh bunga ketika memiliki beberapa jenis rekening bank, memiliki obligasi atau bentuk hutang lain pada individu ataupun perusahaan, atau ketika membeli investasi di pasar uang seperti sertifikat deposito. Semua bunga ini termasuk dalam pendapatan bunga pada laporan laba rugi.

Beban bunga: Perusahaan dapat memperoleh beban bunga ketika meminjam uang dari bank atau organisasi lain atau ketika menerbitkan obligasi. Semua bunga yang dibayarkan perusahaan, terlepas dari mana asal beban bunga, tetap akan masuk ke bagian beban bunga dalam laporan laba rugi.

Beban pajak pendapatan: Seperti orang, perusahaan harus membayar pajak atas pendapatan yang mereka hasilkan. Jumlah pajak penghasilan yang dibayar perusahaan didasarkan pada EBT mereka (laba sebelum pajak, bukan bunga). Jadi jika sebuah perusahaan menghasilkan 100 juta dalam satu tahun pajak dan harus membayar 10 persen dalam pajak penghasilan, maka ia harus membayar 10 juta. 

Laba bersih dihitung dengan mengambil EBIT dan mengurangkan semua biaya bunga dan pajak. Sederhananya, laba bersih adalah jumlah akhir yang diperoleh perusahaan setelah memperhitungkan semua biaya. Hal ini mencakup semua pendapatan dan semua biaya yang mewakili keuntungan akhir yang dapat dihasilkan perusahaan selama periode tersebut. Perusahaan harus mendistribusikan uang dari laba bersih ke pemegang sahamnya (pemilik perusahaan) atau menginvestasikannya kembali ke perusahaan untuk perbaikan atau ekspansi. Bagaimanapun, uang dari laba bersih menjadi milik pemilik perusahaan dan harus berkontribusi pada nilai kepemilikan mereka di perusahaan.