Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara menghitung Operating Cash Flows to Current Maturities

Operating cash flows to current maturities adalah rasio yang dihitung dengan cara membagi nilai arus kas dari aktifitas operasi dengan utang jangka panjang yang akan jatuh tempo untuk menentukan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Rasio ini memiliki dua fungsi penting sebagai berikut:

-Rasio ini menentukan apakah perusahaan dapat membayar hutang dengan menggunakan arus kas yang dihasilkannya daripada menggunakan aset yang dimilikinya.

-Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan, bukan hanya kewajiban lancar.


Di satu sisi, rasio ini menentukan kemampuan perusahaan untuk menjaga arus kasnya tetap liquid daripada asetnya. Anda dapat menghitung rasio ini dengan rumus berikut :

Operating cash flows to current maturities = Operating cash flows / Current maturities

Ikuti langkah-langkah dibawah ini untuk menggunakan rumus diatas:

1. Temukan arus kas operasi dalam laporan arus kas dan hutang jangka panjang yang akan jatuh tempo di bagian kewajiban di neraca.

2. Bagilah arus kas operasi dengan utang yang akan jatuh tempo untuk mendapatkan rasio Operating cash flows to current maturities.

Seperti metrik likuiditas lainnya, tujuan dari perhitungan diatas adalah untuk menentukan apakah suatu perusahaan dapat melunasi hutangnya yang akan jatuh tempo dalam satu tahun kedepan. Rasio yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko gagal bayar yang rendah terhadap utangnya, sedangkan rasio yang rendah dapat diartikan bahwa perusahaan memiliki berisiko gagal bayar yang cukup besar. Arus kas operasi tidak bergantung pada manajemen aset seperti piutang atau persediaan, sehingga metrik ini bisa lebih diandalkan, terutama bagi investor yang mempertimbangkan untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan atau membeli obligasi perusahaan tersebut.