Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung Net Profit Margin

Alasan utama seseorang mendirikan perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan. Bagaimanapun, keuntungan adalah pendapatan perusahaan. Tidak akan ada orang yang mau bekerja tanpa digaji, dan tidak ada perusahaan yang ingin melakukan bisnis yang tidak menghasilkan keuntungan. Tentu saja, perusahaan tidak bisa begitu saja menetapkan harga berapa pun yang mereka inginkan dan menghasilkan banyak keuntungan. Jika sebuah perusahaan membebankan biaya terlalu banyak, pelanggan akan ikut bersaing, sehingga setiap perusahaan dibatasi dalam profitabilitasnya. Rasio berikut adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan menghasilkan laba, serta seberapa efektif pengelolaan perusahaan.


Ukuran profitabilitas perusahaan yang paling umum adalah net profit margin. Rasio ini digunakan untuk mengukur berapakah persentase antara laba bersih dan penjualan bersih. Dengan kata lain, rasio ini mengukur persentase pendapatan penjualan perusahaan yang tidak digunakan untuk biaya bisnis. Anda dapat mengukur net profit margin dengan rumus seperti ini: 

Net Profit Margin = (Laba Bersih x 100) / Penjualan Bersih

Berikut langkah-langkah menghitung Net Profit Margin:

1. Temukan laba bersih di bagian bawah dan penjualan bersih di bagian atas laporan laba rugi.
2. Kalikan laba bersih dengan 100 (supaya jawabannya nanti berupa persentase, bukan angka desimal)
3. Bagi jawaban dari Langkah 2 dengan penjualan bersih untuk mendapatkan net profit margin berupa persentase.

Dari net profit margin kita bisa mengetahui berapa persentase dari total uang yang dihasilkan oleh perusahaan yang meningkatkan nilai perusahaan atau pemiliknya daripada dihabiskan untuk costs. Namun, Net profit margin yang rendah tidak selalu berarti perusahaan memiliki keuntungan yang rendah. Perusahaan dengan margin keuntungan 5% menghasilkan lebih sedikit uang pada setiap penjualannya jika dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki margin keuntungan 10%, tetapi perusahaan dengan margin keuntungan 5% bisa saja memiliki keuntungan yang lebih besar jika memiliki kuantitas penjualan yang lebih besar.