Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung Fixed Asset Turnover

Profitabilitas perusahaan secara signifikan ditentukan dari seberapa baik aset tetap perusahaan dikelola, seperti pabrik produksi, properti, peralatan, dan aset lain yang berkontribusi pada volume output potensial perusahaan. Pabrik yang lebih besar mungkin dapat menangani volume produksi yang lebih besar, tetapi jika perusahaan tidak mampu mengubah potensi tersebut menjadi penjualan secara aktual, itu hanya akan menjadi pengeluaran yang sia-sia. Di situlah perputaran aset tetap berperan.

Anda dapat menghitung rasio fixed asset turnover atau perputaran aset tetap menggunakan rumus berikut:

Fixed asset turnover = Penjualan bersih/aset tetap bersih rata-rata

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakan rumus diatas:

1. Temukan penjualan bersih di laporan laba rugi bagian atas.
2. Temukan rata-rata aset tetap bersih dengan menggunakan neraca tahun berjalan dan tahun sebelumnya, Tambahkan lalu bagi 2.
3. Bagilah penjualan bersih dengan jawaban dari Langkah 2 untuk menemukan perputaran aset tetap.

Perputaran aset tetap memberi tahu seberapa baik aset tetap digunakan untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini adalah elemen yang penting ketika perusahaan memutuskan apakah akan meningkatkan volume produksinya atau tidak. Perputaran aktiva tetap yang tinggi berarti perusahaan menggunakan aktiva tetapnya secara efisien.


Jika aset tetap perusahaan sudah berproduksi pada kapasitasnya dan memiliki perputaran aset tetap yang tinggi, maka dapat dikembangkan dengan cara berinvestasi pada lebih banyak aset tetap untuk menghasilkan penjualan tambahan. Perputaran aset tetap yang rendah dapat menunjukkan bahwa perusahaan telah berinvestasi terlalu banyak pada aset tetap dan harus meningkatkan penjualan atau menjual aset tersebut untuk mengurangi biaya.