Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung Degree Financial Leverage(DFL)

Tidak ada orang yang dapat melihat keuangan perusahaan lebih dekat daripada orang yang memberikan uang kepada perusahaan itu. Seperti rentenir dan orang atau organisasi yang berinvestasi di perusahaan Anda akan mengetahui setiap gerakan yang Anda lakukan, setiap napas yang Anda ambil - mereka akan mengawasi Anda.

Oleh karena itu, Anda mungkin tidak terkejut mendengar bahwa banyak rasio terbaik yang tersedia yang telah dikembangkan dan digunakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan secara finansial dalam keberhasilan suatu perusahaan. Informasi yang sama yang digunakan oleh banyak spesialis sekarang menjadi standar bagi para individu yang ingin melakukan investasi pribadi, untuk manajemen perusahaan dan analis bisnis yang ingin mengetahui seberapa baik kinerja perusahaan mereka untuk pemangku kepentingan eksternal, dan untuk karyawan yang bertanya-tanya apakah mereka masih akan dapat bekerja besok.
Analisis yang dikembangkan dan digunakan oleh investor adalah beberapa yang paling berguna untuk bisnis. Karena memiliki saham sama dengan memiliki sebagian perusahaan, analisis investor sering kali berkaitan dengan profitabilitas dalam pendapatan, penggunaan modal yang efisien, dan manajemen aset yang efektif. Dan karena manajemen perusahaan diwajibkan oleh undang-undang untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham, gaji eksekutif sering kali dikaitkan dengan kinerja perusahaan yang diukur dengan analitik yang digunakan oleh investor. (Pemegang saham adalah orang-orang yang memiliki perusahaan.) 

Degree Financial Leverage

Saat Anda sedang memutuskan untuk membeli saham suatu perusahaan atau tidak. Sekarang anggaplah perusahaan ini telah meminjam uang untuk mendapatkan modal. Nilai perusahaan yang didanai dengan menggunakan pembayaran tetap, seperti pinjaman, kita dapat mengukur tingakat Leverage keuangan perusahaan dengan menggunakan rumus dibawah ini:

DFL = EBIT / Laba sebelum pajak 

Ikuti langkah-langkah berikut untuk menghitung rumus diatas:

1. Temukan EBIT dan laba bersih sebelum pajak pada laporan laba rugi di bagian bawah.
2. Bagilah EBIT dengan laba bersih sebelum untuk menemukan leverage keuangan.

Tujuan dari pengukuran financial leverage adalah untuk menentukan seberapa besar laba perusahaan diambil dari bunga yang ditimbulkan dari pinjaman perusahaan. Investor menerima jumlah laba yang mereka peroleh dengan memiliki saham di perusahaan baik sebagai dividen atau sebagai peningkatan nilai saham. Jadi jika laba perusahaan dihabiskan karena perusahaan tidak memanfaatkan hutang dengan baik, maka itu bisa menjadi hal yang buruk bagi investor.

Namun, utang tidak selalu berarti buruk. Jika perusahaan menghasilkan lebih banyak laba dengan modal yang diperolehnya dengan mengambil pinjaman daripada harga pembayaran bunganya, maka rasio earnings to interest atau laba terhadap bunga akan meningkat, sehingga menurunkan leverage keuangan perusahaan. Jika pembayaran hutang lebih tinggi dari laba yang dibuat dengan menggunakan modal pinjaman, maka rasio leverage keuangan akan meningkat. Seperti yang dapat Anda lihat, leverage keuangan adalah ukuran yang sangat baik untuk mengetahui seberapa baik perusahaan dalam mengelola hutang.